Selamat datang di Laman Topik Hari Ini

Bank Dunia Evaluasi Positif P2TPD Lamongan

Kamis, November 11, 20100 komentar

Lamongan - Pemkab Lamongan kemarin (10/10) menerima kunjungan dari Peter Elis, ILGR Task Team Leader World Bank Office (Bank Dunia). Kunjungan Peter Elis bersama empat orang stafnya tersebut bermaksud untuk melihat langsung pelaksanaan Program Prakarsa Khusus Pembaharuan Tata Pemerintahan Daerah (P2TPD) yang oleh Bank Dunia dianggap termasuk daerah yang pelaksanaannya baik.

Diutarakan Peter dalam Bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan oleh stafnya, Lamongan dipilih sebagai lokasi observasi karena selama ini pelaksanannya dianggap baik. Dia juga mendapat informasi penurunan angka kemiskinan di Lamongan cukup tinggi. Demikian pula indeks pembangunan manusia (IPM) bisa dinaikkan menjadi menengah ke atas.

“Lamongan sudah sukses menyelesaikan seluruh agenda reformasi pengelolaan yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan P2TPD. Saya mendapat informasi Lamongan sukses menurunkan angka kemiskinan dan menaikkan IPM. Saya juga mendapat informasi Lamongan memiliki performa bagus, bukan hanya dalam P2TPD tapi juga dalam program lainnya. Karena itulah Lamongan dipilih sebagai lokasi observasi. Hasil dari observasi lapangan ini kemudian akan dijadikan masukan untuk pemerintah pusat dan manajemen internal kami, “ papar Peter.

Unruk Lamongan, lanjut Peter, P2TPD telah diperpanjang pada 2009 lalu. Sehingga untuk kelanjutan program tersebut sangat dimungkinkan sudah tidak ada lagi. Namun Peter di kesempatan tersebut juga mengungkapkan ada program lagi Bank Dunia terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) bekerjasama dengan Departemen Keuangan.

Program yang dimaksud Peter adalah Proyek Pemerintah dan Desentralisasi atau P2D2. Provinsi Jatim adalah salah satu diantara lima provinsi yang menjadi pilot project program ini. Daerah lainnya diantaranya adalah Provinsi Jambi, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. Program ini bertujuan memperkuat prosedur pemerintah dalam halo pengelolaan keuangan di bidang program infrastruktur. Lewat P2D2 ini, pemerintah daerah yang dianggap baik pengelolaan DAKnya akan mendapat insentif 10 persen di tahun selanjutnya dari total dana pengadaan infratsruktur.

Tim yang dipimpin Peter tersebut selanjutnya melakukan observasi lapangan di sejumlah side project yang dibiayai P2TPD. Diantara lokasi yang direncanakan dikunjungi adalah proyek P2TPD di Paciran dan Sukodadi.

Fadeli kepada Peter menjelaskan bahwa P2TPD telah mendorong Pemkab Lamongan untuk melakukan percepatan reformasi tata pemerintahan daerah menuju good governance. Upaya ini telah dilakukan diantaranya dengan adanya Komisi Transparansi yang turut mengawal transparansi di Lamongan. Serta pendirian Unit Layanan Pengadaan (ULP) secara elektronik yang terus dipersiapkan dan rencananya mulai dijalankan pada 2011.

Investasi dari sub kegiatan P2TPD di Lamongan sejak 2002 lalu mencapai Rp 24, 089 miliar. Kegiatannya difokuskan pada pembangunan sarana air bersih dan jalan strategis yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. “Karena sudah berjalan dengan baik di Lamongan, saya berharap jika ada program lagi agar Lamongan mendapat kepercayaan. Karena masyarakat sangat membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur di tengah terbatasnya kemampuan keuangan daerah, “ ujar Fadeli.(Ahp)


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Topik Hari Ini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger